Box Redaksi

Pesan Taubat dan Harapan Menggema dalam Rutan Samarinda Bershalawat

   



Samarinda — Suasana religius menyelimuti Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda saat menggelar kegiatan Rutan Samarinda Bershalawat bersama Ustaz Das’ad Latif, Minggu (20/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pegawai, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), serta tamu undangan yang hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan.

Kegiatan diawali dengan lantunan shalawat yang dikumandangkan bersama oleh seluruh peserta. Suasana semakin khidmat saat Ustaz Das’ad Latif menyampaikan tausiyah yang mengangkat pesan tentang taubat, introspeksi diri, dan pentingnya memanfaatkan masa pembinaan sebagai momentum untuk memperbaiki diri.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Das’ad Latif menyampaikan pesan khusus kepada warga binaan bahwa berada di dalam Rutan bukanlah sesuatu yang menjadikan seseorang hina. Menurutnya, masa menjalani pidana dapat menjadi bagian dari perjalanan hidup untuk melakukan perenungan, memperbaiki kesalahan, serta kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Rutan bukan tempat yang hina. Nabi pun ada yang pernah dipenjara,” tutur Ustaz Das’ad Latif.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi warga binaan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. Masa pembinaan, lanjutnya, hendaknya tidak hanya dipandang sebagai keterbatasan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperbanyak ibadah, memperkuat keimanan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Ustaz Das’ad Latif juga mengajak warga binaan untuk mengisi waktu selama berada di Rutan dengan berbagai kegiatan yang positif dan bermanfaat. Ia mendorong para WBP untuk memperbanyak doa dan ibadah, melakukan introspeksi, serta memohon ampunan kepada Allah SWT atas kesalahan yang telah diperbuat.

“Manfaatkan waktu di sini untuk bertaubat kepada Allah. Jangan sia-siakan kesempatan yang diberikan,” pesannya.

Kegiatan Rutan Samarinda Bershalawat menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang dilaksanakan Rutan Kelas I Samarinda. Melalui kegiatan keagamaan tersebut, warga binaan diharapkan memperoleh penguatan spiritual sekaligus motivasi untuk menjalani masa pembinaan dengan lebih baik.

Selain menjadi momentum mempererat kebersamaan antara pegawai dan warga binaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk menumbuhkan harapan bahwa masa pembinaan dapat menjadi titik balik menuju kehidupan yang lebih baik. Nilai-nilai keagamaan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan dalam menjalani proses reintegrasi dan kembali ke tengah masyarakat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pesan Taubat dan Harapan Menggema dalam Rutan Samarinda Bershalawat"

Posting Komentar