Dipicu Penurunan Harga CPO dan Kernel, Harga TBS Sawit di Kaltim Kembali Merosot
Samarinda -Tren penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di Provinsi Kalimantan Timur kembali dilaporkan mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam sepekan terakhir.
Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ahmad Muzakkir menuturkan menyampaikan bahwa turunnya harga TBS kali ini dipicu oleh penurunan harga crude palm oil (CPO) dan inti sawit (kernel) hampir di seluruh perusahaan sumber data yang menjadi acuan penetapan harga.
Pada periode 1- 15 Juni 2026 harga rata-rata tertimbang CPO ditetapkan sebesar Rp 14.224,67 per kilogram, sementara kernel berada di angka Rp 13.898,47 per kilogram.
Muzakkir merincian harga TBS berdasarkan umur tanaman sawit yakni untuk TBS yang dipanen dari pohon umur 3 tahun dengan harga Rp 2.989,34 per kg.
“Di umur 4 tahun diharga Rp 3.084,42 kg, umur 5 tahun seharga Rp 3.169,41 per kg. Selanjutnya umur 6 tahun Rp 3.239,06 per kg,”sebutnya,”ungkapnya dalam keterangan resminya, Rabu (17/6/2026)
Berikutnya di umur 7 tahun Rp 3.285,93 per kg, umur 8 tahun Rp 3.339,12per kg dan umur 9 tahun seharga Rp 3.379,73 per kg dan hingga 20 tahun seharga 3.403,83 per kg.
Selanjutnya diumur 21 tahun Rp 3.355,43 per kg, umur 22 tahun Rp 3.289,25 per kg, umur 23 Rp 3.217,94 per tahun, umur 24 tahun 3.182,30 per tahun dan umur 25 Rp 3.153,03 per kg.
Menurutnya, daftar harga TBS sawit diatas, merupakan standar harga bagi petani yang sudah bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit di Kaltim, khususnya kebun plasma.
Adanya kerjasama kelompok tani dengan pihak pabrik minyak sawit (PMS) diharapkan harga TBS petani sudah sesuai dengan harga normal dan tidak dipermainkan lagi oleh para tengkulak. Sehingga kesejahteraan kelompok tani kelapa sawit melalui kerjasama ini hendaknya dapat terwujud. (Prb/ty).
Sumber :
https://kaltimprov.go.id/detailberita/dipicu-penurunan-harga-cpo-dan-kernel-harga-tbs-sawit-di-kaltim-kembali-merosot
0 Response to "Dipicu Penurunan Harga CPO dan Kernel, Harga TBS Sawit di Kaltim Kembali Merosot"
Posting Komentar